Thursday, February 26, 2015

Kesalahan Saat Menulis Artikel: Ingin Cepat-cepat Selesai

Dikejar-kejar waktu (ilustrasi).
Image courtesy of 1shots at FreeDigitalPhotos.net
Halo penulis online, menulis membutuhkan kesabaran agar menghasilkan artikel berkualitas. Anda perlu menghindari keinginan cepat-cepat selesai sehingga artikel asal jadi. Hasilnya, artikel kurang bermutu bagi pembaca juga bagi mesin pencari seperti Google.

Artikel-artikel yang terindeks di halaman pertama Google merupakan yang terbaik dari sekian artikel - juga karena keasliannya. Jika Anda perhatikan, artikel-artikel tersebut memiliki paragraf-paragraf lengkap, artinya ditulis dengan sebaik-baiknya. Sebab mesin pencari sangat menyukai konten padat teks dan tentunya sesuai judul.

Kecepatan dalam menulis artikel memang dibutuhkan tetapi bukan asal jadi. Anda harus menanamkan sifat 'perfeksionis' dalam tulisan Anda sebab persaingan penulis semakin ketat. Perfeksionis dalam artian Anda menulis dengan fokus, sepenuh hati dan sabar. Menjelaskan artikel per paragraf mulai dari awal sampai akhir, terlebih dilengkapi dengan sub judul dan sub sub judul.

Kiat menghindari supaya lebih sabar dan menekan kesalahan saat menulis artikel

Agar Anda terhindari dari sifat ingin cepat-cepat selesai berikut beberapa tips untuk Anda:

a. Pahami bahwa berbeda antara reporter dengan penulis blog. Reporter sangat menekankan kecepatan dalam menulis dan mewartakan kejadian terkini, tetapi penulis blog yang membidik kata kunci dan mesin pencari seperti Google untuk menempatkan artikelnya di halaman utama. Untuk itu, kepadatan artikel perlu menjadi perhatian.

b. Fokuslah pada satu judul artikel saja saat menulis agar Anda bisa fokus dan konsentrasi. Mungkin Anda mempunyai beberapa blog atau dalam satu blog dengan beragam topik, tidak masalah, yang penting fokuslah pada satu topik saja dahulu.

c. Bersabarlah dalam menjabarkan artikel Anda mulai awal sampai akhir. Dibutuhkan waktu yang lebih lama memang dari biasanya karena Anda memperhatikan kualitas. Apalagi jika artikel berisi langkah-langkah atau cara-cara dalam melakukan suatu hal sampai tuntas.

d. Pahami, artikel seperti topik kesehatan, kehidupan, teknologi, otomotif membutuhkan lebih banyak paragraf, gambar atau grafik daripada artikel yang berisi pemrograman. Artikel umum bersifat deskriptif perlu penjabaran panjang sedangkan artikel pemrograman lebih menekankan aksi dan hasil (tak ada error).

e. Pacu diri Anda untuk lebih bisa menulis artikel berkualitas yang memberi solusi bagi pembaca dan bermanfaat. Waktu akan mengajari Anda apa yang harus diperbaiki saat menulis dengan diselingi banyak membaca dari mereka yang telah lama bergelut di bidang tulis-menulis.

f. Bagaimanapun SEO (Search Engine Optimation) perlu Anda pelajari. Sebab, artikel yang Anda tulis secara online berbeda dengan buku. Buku dinilai kualitasnya langsung oleh pembaca tetapi artikel online sangat dipengaruhi oleh mesin pencari seperti Google. Karena bagaimanapun mencari artikel lewat mesin pencari Google masih menjadi pilihan utama pengguna internet. Kesimpulannya, semakin banyak kata kunci diarahkan Google ke blog Anda semakin banyak pengunjung blog Anda.

Kesimpulannya, menulis adalah karya yang membutuhkan sentuhan perfeksionis dan penuh kesabaran. Ingin cepat-cepat selesai tanpa mempedulikan kualitas artikel tak banyak memberi efek bagi Google dan pengunjung.

Sunday, February 22, 2015

5 Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Sering Terulang

Kecanduan media sosial salah satu kebiasaan buruk
yang sering terjadi sehari-hari.
Image courtesy of bplanet at FreeDigitalPhotos.net
Tanpa disadari, sebagian orang sering melakukan kebiasaan buruk sehari-hari yang sering terulang karena buruknya kontrol terhadap diri sendiri atau karena ikut-ikutan cara hidup temannya. Padahal, kebiasaan buruk ini bisa berakibat tak baik di masa sekarang dan juga di masa mendatang.

1. Malam minggu berarti boleh begadang sampai pagi
Malam minggu besoknya libur kerja dan biasanya dari mulai malam sampai pagi tersaji acara-acara televisi menarik seperti siaran bola. Prinsip "karena besok libur" membuat keinginan begadang semakin kuat tanpa adanya kekhawatiran paginya terlambat kerja.

Begadang dengan asupan nutrisi saja tidak baik bagi tubuh karena hak istirahat tubuh tidak dipenuhi apalagi asupan tak memadai. Mata sebenarnya sudah sangat mengantuk tetapi karena acara tv semakin malam semakin seru memaksa mata untuk tetap terbuka dan fokus ke tv.

Selain menonton tv, film ada juga orang lain rela begadang karena main game; komputer, ponsel dan online. Efeknya sama, begadang sampai pagi; ini daftar kebiasaan buruk sehari-hari yang sering terulang yang penulis jabarkan.

2. Menjalani pola hidup sehat ketika sudah sukses
Di urutan kedua masalah pola hidup sehat. Kesehatan termasuk dalam kategori investasi jangka panjang, tak hanya uang dan tanah. Kesehatan harus dijaga mulai dari sekarang sampai akhir khayat dengan menjalani pola hidup sehat yang tak harus mahal.

Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi, dimasak di rumah (bukan membeli junk food), minur air secukupnya, olahraga ringan, tidak merokok, menjaga kebersihan dan tidak meminum minuman yang diharamkan. Jauhilah kebiasaan buruk yang merugikan demi kesehatan di masa mendatang, sebab pola hidup di masa muda sangat berpengaruh pada kesehatan di masa tua.

3. Sudah bangun pagi, tetapi "5 menit lagi"
Orang-orang sebenarnya tidak susah untuk bangun pagi karena bisa dibantu dengan alarm, tetapi yang susah adalah bangkit dari tempat tidur setelah terbangun. Rasa ngantuk yang berat membuat cepat-cepat mematikan alarm dan berkata dalam hati: "5 menit lagi". Namun, pada kenyataannya hampir selalu lewat 5 menit. Jika kebiasaan buruk ini terulang bukan tak mugkin akan sering mendapat peringatan dari guru, bos, dosen karena sering terlambat. Lagian jika dipikirkan, apa yang didapat dengan tidur selama 5 menit? Tidak ada.

4. Betah berjam-jam mengakses media sosial padahal pekerjaan telah menumpuk
Kebiasaan buruk dari media sosial setiap harinya mempengaruhi produktivitas. Orang-orang yang telah ketagihan media sosial bisa berjam-jam betah melihat-lihat status temannya sehingga pekerjaan utama yang seharusnya dikerjakan diabaikan. Setelah merasa lelah dan bosan dari media sosial semangat untuk menyelesaikan pekerjaan telah menurun, ingin tidur atau istirahat. Akhirnya, ditunda lagi dan lagi.

5. Berjanji untuk berhemat tetapi tidak sanggup menahan selera atau malas memasak
Harga nasi padang berkisar Rp 14.000 dibandingkan dengan membeli lauk cukup dengan Rp 5.000 dengan 1 mata sapi dan 1 potong tahu goreng - dicampur sayur dan kuah, cukup untuk satu kali makan. Rasa malas memasak nasi membuat pengeluaran menjadi membengkak, padahal telah tersedia penanak nasi instan, tinggal colok dan tunggu beberapa menit.

Karyawan yang malas membawa bekal dari rumah akhirnya makan di warung karena praktis dan tersedia lauk yang beragam, tak mau repot dan yang penting kenyang. Kebiasaan buruk yang malas memasak menjauhkan keinginan untuk berhemat.

Apa yang dilakukan sehari-hari itu menuju ke minggu, bulan dan tahun, jika tetap tak mau berubah maka sangat merugikan di masa mendatang.

Wednesday, February 18, 2015

Menumbuhkan Sifat Profesional Sebagai Penulis

Meja kerja (ilustrasi). Credit: pexels.com
Halo pembaca! Meskipun penulis tidak seperti pekerja kantoran yang harus memakai seragam kantoran syarat dengan kemeja dan celana panjang serta sepatu mengkilat untuk mulai bekerja tetapi seorang penulis perlu menumbuhkan dan memupuk sifat profesional dalam menjalani profesi sebagai seorang penulis layaknya seorang karyawan perusahaan.

Seorang penulis memang bisa bekerja di mana saja dan kapan saja tetapi soal profesionalitas tak boleh kalah dengan orang yang kerja kantoran.

Penulis harus mampu memposisikan diri pada jam kerja sebagai seorang penulis yaitu menulis artikel bukan bersantai-santai. Suasana boleh santai tetapi target tulisan harus diusahakan dapat tercapai. Istilahnya, tahu aturan main, waktu bekerja harus sebagai orang yang sedang bekerja. Jangan dibalik, saat waktu istirahat malah kepikiran kerja tetapi saat kerja malah main-main.

Jika di kantor para karyawan di kontrol oleh bos atau atasan sedangkan seorang penulis lepas tidak demikian, ia menjadi pengontrol dirinya sendiri. Mau menulis jam berapa dan selesai pada waktu kapan, ia sendiri juga yang menentukan. Di sini diperlukan manajemen waktu agar terhindar dari waktu terbuang sia-sia.

Dari segi suasana hati pun demikian, sedang sedih atau riang, dirundung masalah atau lagi senang-senang harus tetap profesional dalam menjalani aktivitas sebagai seorang penulis.

Sunday, February 15, 2015

Keinginan yang Banyak Memacu Semangat Tinggi

Foto ilustrasi. Credit: pexels.com
Halo pembaca! Masa muda adalah masa produktif terlebih-lebih saat telah memasuki usia dan pemikiran dewasa. Usia memang tidak menjamin timbulnya pemikiran dewasa, karena banyak orang yang sudah lanjut dewasa tetapi belum berpikir dewasa.

Berpikir dewasa di sini adalah berpikir jauh tentang persiapan masa depan, masa di mana terpikirkan tentang karir, orang tua di masa tuanya, pernikahan, anak, rumah dan fasilitasnya, kendaraan dan sebagainya. Saat kita mulai memikirkan hal ini, seharusnya semangat kita semakin tinggi setiap harinya.

Anak adalah harapan orang tua. Orang tua pasti menginginkan anaknya lebih baik darinya, di bidang apapun itu, orang tua menginginkan yang lebih dari anaknya. Salah satu yang menjadi beban bagi mereka adalah khawatir anaknya tidak bisa berdikari, mandiri, lepas dari tanggungan mereka, sebab mereka sadar tak selamanya tubuhnya kuat seperti dahulu untuk mencari penghasilan.

Untuk bisa bersaing di masa depan dibutuhkan keahlian yang didapat dari bangku pendidikan atau belajar otodidak, yang penting punya sesuatu yang diandalkan.

Melihat keadaan sekitar membuat kita sering bertanya, aku sudah bisa apa? Mereka yang jauh dari orang tua seperti anak kos-kosan pasti tahu benar rasanya hidup dalam keterbatasan yang bergantung dari kiriman belanja bulanan. Ingin punya ini-itu, fasilitas ini-itu terkadang mengganggu pikiran dan saat itulah semangat kembali tinggi.

Jika Anda sering membaca kisah orang-orang sukses, rata-rata kehidupan mereka sebelum sukses penuh dengan perjuangan, gagal-coba lagi, begitu terus-menerus sampai berhasil. Bahkan, di saat paling krisis di saat itu pula pintu keberhasilan mulai terbuka.

Jadi, timbulnya perasaan ingin hidup lebih baik adalah sesuatu yang wajar, ia dijadikan sebagai pemacu semangat, karena dengan semangatlah perjuangan hidup tetap berlanjut.

Thursday, February 12, 2015

Menjalankan 2 Kesibukan Membutuhkan Mental Kuat

Alat-alat pekerjaan 'rumahan'. Credit: pexels.com
Halo pembaca! Apakah Anda menjalankan 2 kesibukan sekaligus? Contohnya Anda seorang karyawan tetapi Anda juga menjalankan bisnis sampingan setelah pulang dari kantor. Jika ia, Anda luar biasa, karena melakukan 2 kesibukan dalam waktu yang telah terjadwal memerlukan mental yang kuat dan fisik yang prima.

Biasanya seorang karyawan yang bekerja dari jam 8 sampai jam 4 atau lebih lama, setelah itu istirahat total setelah sampai di rumah. Namun, bagi mereka yang punya semangat ekstra masih memikirkan bisnis ke-2. Setelah itu baru bisa istirahat dengan tenang. Semua orang menginginkan peningkatan dalam hidupnya, termasuk dalam hal finansial. Pekerjaan utama yang dirasa kurang memadai memaksa mencari tambahan penghasilan.

Penulis menyarankan kesibukan yang asyik dijalani adalah sebagai penulis. Alasannya, Anda tidak perlu lagi keluar rumah tetapi cukup 'bersantai' di teras, kamar pribadi, ruang tengah atau lainnya kemudian menulis artikel. Energi tetap terkuras karena berpikir membuat artikel semenarik mungkin, hanya tempat dan suasana saja yang lebih santai.

Anda bisa menulis artikel dan menjualnya, misalnya di iWriter.com (bahasa Inggris) atau membuat web atau blog sendiri dan menulis artikel di dalamnya, setelah blog atau web Anda populer sediakan jasa pemasangan iklan. Anda juga bisa mencoba program Google Adsense dari Google. Seperti halnya semua usaha, pasti butuh proses dan kesabaran, tidak ada yang instan.

Jika Anda tidak bisa menulis pilih pekerjaan lain yang Anda sukai tetapi tidak terlalu membebani fisik karena Anda sudah cukup lelah dengan pekerjaan utama. Terpenting, Anda merasa 'happy' menjalaninya dan tetap memberikan hak tubuh; istirahat.

Saturday, February 7, 2015

Media Sosial Mempengaruhi Produktivitas

Foto ilustrasi. Credit: pexels.com
Halo pembaca! Dahulu kebutuhan primer adalah sandang dan pangan termasuk di dalamnya rumah sebagai tempat tinggal. Namun, di zaman serba canggih dan kehadiran media sosial membuat ia masuk di kategori kebutuhan primer. Mengakses media sosial sudah seperti kebutuhan makan yang harus dipenuhi, kalau tidak maka terasa 'lapar' seperti laparnya perut yang belum makan.

Pada dasarnya media sosial adalah alat komunikasi dan berbagi seputar kegiatan sehari-hari. Melihat hal-hal baru dan mengomentari kiriman dari teman, chating atau berbicara langsung lewat video call.

Hampir semua yang mencoba media sosial berakhir dengan ketagihan. Barang sehari saja tidak mengaksesnya maka timbul perasaan sedih, kesal dan tidak tenang. Jika sudah sampai pada level ini berarti sudah berada dalam ketagihan 'akut'.

Media sosial seperti pisau bermata dua, ia meningkatkan produktivitas tetapi ia juga bisa menjerat dan membuat ketagihan yang berakhir dengan bengkaknya pengeluaran bulanan. Ini sangat terasa bagi yang uangnya pas-pasan, katakanlah pelajar, mahasiswa dan anak kos yang masih bergantung kepada orang tua. Selain itu, hal yang sangat dirugikan dari semua media sosial adalah berlalunya waktu begitu saja tanpa aktivitas yang bermanfaat.

Dari segi positif, media sosial sangat berguna untuk kegiatan bisnis. Misalnya dalam pemasaran dengan pemasangan iklan ke Facebook (facebook ads) yang cukup manjur, karena pemirsa dapat ditarget sesuai selera dan kemampuan modal. 'Membangun' produk juga terbukti kuat mempengaruhi dengan membuat Halaman. Semakin banyak yang menyukai semakin besar pangsa pasar.

Media sosial juga bisa untuk media pembelajaran. Misalnya Grup Facebook, dengan bergabung ke sebuah grup Anda bisa bertanya banyak hal sesuai tema grup. Misalnya tentang pemrograman komputer.

Sekarang kita hanya bisa menentukan, apakah media sosial yang menguasai kita atau kita yang memegang kontrol dan mengambil manfaat darinya. Jika tidak, hanya ikut-ikutan tetapi tidak ada manfaat yang didapat.

Friday, February 6, 2015

Tulis Artikel dari Apa yang Anda Alami

Meja kerja menulis artikel (ilustrasi). Credit: pexels.com
Halo pembaca! Kita sebagai penulis harus pandai memanfaatkan setiap hal-hal yang bisa dijadikan artikel salah satunya dari apa yang kita alami, tentunya harus true story. Contohnya Anda pernah pindah hosting, membeli domain, memperpanjang domain dan menemukan hal-hal baru yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya.

Apa yang kita ketahui belum tentu orang lain ketahui, jadi jangan terlalu memikirkan jika artikel yang Anda tulis dinilai terlalu umum. Berpikir positif saja, tulis dengan sepenuh hati dan apa adanya. Jika blog Anda telah memiliki pengunjung tetap, maka topik sederhana yang Anda angka ternyata sangat diminati mereka dengan banjirnya komentar.

Membagikan apa yang Anda alami selama satu tahun penuh yang paling berkesan juga menarik, misalnya bagaimana usah keras Anda membeli mobil baru, perjuangan Anda bisa bebas finansial, lulus sekolah, kuliah.

Dari beberapa pengalaman tersebut Anda bisa menyelipkan beberapa kata motivasi yang tentunya asli dari sanubari Anda. Kata-kata yang keluar kemudian dituliskan ke dalam artikel akan memiliki keunikan tersendiri dan menjadi penyemangat bagi pembaca setia blog Anda.

Selain hal-hal yang bersifat memotivasi Anda, terkadang semangat datang dari celaan atau hinaan. Jika Anda bisa bangkit dari celaan dan hinaan dan berhasil sukses dari apa yang mereka ragukan tentang Anda, kisah Anda sangat layak untuk dibaca oleh pengunjung blog Anda.

Tuesday, February 3, 2015

Artikel yang Baik Memberi Solusi

Menulis (ilustrasi). Credit: pexels.com

Halo pembaca! Sebagai seorang penulis Anda adalah seorang pemberi solusi bagi pembaca. Tujuan Anda memuaskan pembaca dengan berbagai riset yang Anda lakukan sehingga melahirkan sebuah solusi.

Dalam menulis juga Anda juga bisa bercerita pengalaman sebagai gambaran untuk pembaca untuk mengambil tindakan. Misalnya, Anda bercerita tentang membangun sebuah blog sampai berhasil mulai dari awal sampai akhir. Pembaca pun akhirnya mendapatkan pelajaran apa yang harus dilakukan saat membangun sebuah blog.

Penulis juga bisa sebagai pemberi saran kepada pembaca yang sedang kebingungan dengan memberikan gambaran akibat dari suatu tindakan yang dilakukan. Dengan demikian pembaca bisa mengambil keputusan terbaik dari pilihan keputusan yang ada.

Jika artikel Anda berupa langkah-langkah untuk membuat atau melakukan sesuatu, maka Anda harus berusaha menerangkan dari awal sampai tuntas. Sertakan juga berbagai tips tambahan untuk memperkuat tulisan.

Jika artikel berupa pemrograman, Anda harus berusaha menjelaskan kode-kode program, menjelaskan bagaiamana cara kerjanya, menjelaskan bagian per bagian sehingga menjadi satu kesatuan sehingga bisa dijalankan.

Untuk melakukan hal-hal di atas membutuhkan kesabaran. Tanamkan di dalam diri Anda bahwa pembaca tidak lebih pintar dari Anda dengan maksud agar Anda menulis artikel tersebut sejelas mungkin.