Friday, November 28, 2014

Butuh Wawasan Lebih Luas? Ikuti Seminar!

Seminar Nasional & EXPO.
Menjalani profesi penulis membutuhkan wawasan luas dengan banyak membaca, mendengar, melihat dan merasa. Dengan pengetahuan luas, artikel yang ditulis penuh informasi, jelas dan berinovasi. Artikel yang tidak berbobot ditandai dengan bahasa bertele-tele, mengambang dan tidak fokus. Untuk itu, penulis harus lebih pintar dari pembaca, tentunya!

Salah satu upaya untuk menambah wawasan adalah dengan mengikuti seminar, baik tingkat lokal, nasional atau internasional. Kita sebagai peserta akan mendengarkan paparan keynote speaker yang ahli di bidangnya, yang telah sukses di bidangnya, yang telah berpengalaman, menguasai materi yang disampaikan dan telah diuji coba. Seminar berbeda dengan pengajaran di ruangan yang lebih banyak teori daripada praktek, seminar lebih kepada aksi nyata dilapangan yang diceritakan sebagai pengalaman.

Untuk menuntut ilmu memang perlu pengorbanan, begitu pun dengan mengikuti seminar. Seminar nasional biasanya diadakan di kampus atau hotel dan sudah pasti butuh biaya mendatangkan narasumber, biaya makan, sewa hotel dan sebagainya. Anda perlu menyiapkan biaya di atas 100 ribu. Mahal? Jangan pikirkan mahalnya, tetapi wawasan luas yang akan Anda dapatkan jauh lebih berharga.

Peserta seminar.
Setiap sesi biasanya diberikan kesempatan tanya jawab. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengutarakan unek-unek Anda kepada narasumber. Anda juga bisa meminta pendapat, ide atau sejenisnya. Jadi, jangan diam saja. Bertanyalah!

Tuesday, November 25, 2014

Menggunakan Waktu Seperti Saat Ujian, Secepat Mungkin!

Ilustrasi waktu, pexels.com
Apa yang Anda rasakan ketika ujian di kelas? Di kampus? Saat ujian Nasional? Jawabnya lembaran jawaban harus terisi semua sebelum waktu habis, kalaupun tidak semua minimal 70% atau 80%. Otak ketika itu 'dipaksa' bekerja 100%, mengingat yang sudah dipelajari dan menuliskannya di lembar jawaban.

Di lain kesempatan, Anda juga menggunakan waktu, tetapi tidak seperti waktu ujian tadi. Penggunaan waktu cenderung lebih santai, tidak ada tekanan, mudah mengatakan; 'Ah, besok saja, kan waktunya masih panjang!'. Sikap seperti inilah yang membuat penggunaan waktu tidak maksimal, mau berpacu jika sudah 'terjepit'.

Pada dasarnya, penggunaan waktu sehari-hari sama ketika waktu ujian, meskipun banyak dari kita tidak menyadarinya. Sebab, tidak ada bedanya waktu ujian dengan waktu tidak sedang ujian, karena waktu tetap berlalu, satu detik pun tidak bisa diundur. Jadi, sebenarnya tidak ada waktu yang 'terbuang' percuma jika kita mampu memanfaatkannya.

Meskipun demikian, bukan berarti Anda tidak tidur dalam sehari semalam. Bukan begitu, Anda tetap mempunyai waktu istirahat untuk tidur, waktu untuk istri (keluarga), teman dan rekan lainnya. Yang terpenting adalah harus profesional, artinya ketika sedang bekerja harus seperti orang bekerja, berusaha menuntaskan target yang Anda tentukan. Anda harus bisa menempatkan diri, bagaimana sikap sewaktu bekerja dan bagaimana sikap ketika bersama keluarga.

Mari berpacu dengan waktu!

Friday, November 21, 2014

Masalah Hidup Membuat Kita Rendah Hati

Butuh bantuan (ilustrasi), by: pexels.com
Manusia berpotensi besar sombong ketika dirinya merasa hebat, tak butuh orang lain, orang lain dianggap 'kecil' tak berarti. Tetapi semua berubah saat ia membutuhkan pertolongan, sifat mengiba pun muncul, yang dulunya bersuara keras ketika berbicara berubah menjadi seperti orang yang belum makan. Begitulah sifat manusia sombong.

Untuk menghindari sifat ini, kita senantiasa diberi masalah dalam hidup ini. Ada masalah yang bisa diselesaikan sendiri dan ada masalah yang harus membutuhkan orang lain. Masalah kedua inilah yang menyadarkan kita bahwa kita manusia makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa orang lain.

Foto: pexels.com
Semakin kaya atau semakin tinggi jabatan seseorang, maka semakin tinggi 'ketergantungan'-nya kepada orang lain. Contohnya orang kaya, makanannya dimasak pembantu, begitu juga pakaiannya dicucikan, sampai-sampai piringnya setelah makan masih membutuhkan tenaga pembantunya untuk mencucinya (membereskannya).

Disinilah peran masalah mendewasakan kita, membuka pikiran dan hati kita, menyadarkan kita akan pentingnya sifat rendah hati, membuat jauh-jauh sifat sombong dari dalam diri kita. Iblis yang dahulunya di syurga terusir karena kesombongannya tidak mau 'sujud' (mengakui keutamaan) Nabi Adam, apalagi kita yang masih di dunia, bisa jadi kita sangat dibenci dan di akhirat masuk neraka.

Ingat, semakin tinggi 'posisi' kita semakin besar godaan untuk sombong, dan yang paling celaka adalah sudah miskin sombong lagi, ini tipe yang paling parah, tidak tahu diri. Tetap memelihara sifat rendah hati, sebab sifat inilah yang disukai, bukan sombong.

Sekian pesan singkat dari penulis untuk diri penulis dan kita semua, tetaplah rendah hati.

Tuesday, November 18, 2014

Berapa Banyak Waktu Anda Habiskan di Media Sosial?

Zaman sekarang media sosial seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan para remaja, pekerja kantoran bahkan masyarakat biasa. Media sosial yang paling populer di tanah air adalah Facebook, Twitter dan layanan video streaming YouTube. Koneksi internet mudah didapatkan sekarang, baik melalui modem, internet instan wifi.id dan internet dari kartu provider di ponsel.

Ilustrasi terhubung ke internet.
Menurut pantauan penulis di kampus yang rata-rata yang menyediakan akses internet, para mahasiswanya senang dengan kecepatan maksimal yang sampai per megabyte setiap satu detik-nya. Rata-rata yang diakses adalah Facebook, menonton video di YouTube (merasa asyik tanpa buffer), download film dan download aplikasi.

Jika Anda adalah orang yang sibuk, banyak jadwal, maka melihat orang yang hanya memperhatikan timeline Twitter dan melihat status Facebook berjam-jam adalah pemandangan yang tidak seharusnya, sebab Anda bandingkan dengan diri Anda yang bekerja dengan pengaturan waktu ketat (disiplin) sementara melihat orang-orang hanya duduk santai-santai di jam produktif hanya melihat-lihat Twitter dan Facebook.

Hidup berpacu dengan waktu. Foto: pexels.com
Perasaan tersebut memang terlihat 'aneh' bagi orang yang tidak banyak pekerjaan. Asal tahu saja, orang sibuk bahkan sudah bangun sebelum subuh, setelah subuh dia tidak tidur lagi dan mengerjakan kerja sampingan sebelum jam 8 karena harus masuk kantor. Begitu seterusnya, setelah siap satu pekerjaan ada lagi pekerjaan yang telah menunggu untuk dikerjakannnya.

Berapa jam Anda habiskan setiap hari di Facebook?
Apa perlunya kita membahas orang seperti ini? Jika Anda masih dibiayai orang tua memang belum merasakan bagaimana susahnya mencari uang, bagaimana rasanya sambil kuliah membangun usaha, menyisihkan uang jajan untuk modal usaha. Orang yang telah lama berkecimpung dalam perintisan usaha sementara ia dalam status mahasiswa maka ia sangat mengerti memanfaatkan waktu. Ia sangat merasa rugi hanya menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memperhatikan status di Facebook.

Friday, November 14, 2014

Macam-macam Kendala yang Dialami Blogger

Menjadi penulis online itu tak selalu mulus, seperti jalan yang tak selalu datar - kadang menanjak terkadang juga menurun. Begitupun seorang penulis, kadang kemaren begitu lancar menulis artikel, tetapi sekarang malah buntu, tidak tahu apa yang akan ditulis lagi - kehabisan ide. Blogger yang senior pasti pernah bahkan sering mengalami hal ini. Meskipun demikian, tetap harus dijalani, sebab tingkat persaingan bukannya semakin rendah tetapi semakin tinggi. Jika memilih bermalas-malasan maka akan semakin jauh tertinggal.

Ilustrasi di depan PC.
Tulisan ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti atau menurunkan semangat Anda tetapi memberikan gambaran seperti apa macam-macam kendala yang akan dialami jika telah memutuskan terjun ke dunia blogger. Dengan harapan, Anda tidak merasa kaget atau merasa putus asa saat mengalaminya. Jadi, ini semacam persiapan mental Anda untuk bersiap-siap lebih baik.
Siap menulis hari ini?
Berikut penulis uraikan satu per satu:

1. Malas
Malas merupakan penyebab dari segala kegagalan. Penyebab kenapa menjadi malas tentu ada, bisa karena jenuh (bosan), trafik blog yang enggan naik, artikel yang tidak pernah terlihat tampil di hasil pencarian Google - dengan kata lain seperti tak dianggap ada oleh Google. Beberapa penyebab ini membuat frustasi dan akhirnya malas. Manusia memang sangat bersemangat ketika sudah jelas 'angka-angkanya', "jika saya bekerja 2 jam maka segini yang saya dapat". Saat membangun blog, prinsip ini belum berlaku - maka malas rentan melanda.

2. Kehabisan ide
Masalah kedua ini sering terjadi, sangat bersemangat tetapi tidak tahu apa yang ditulis. Memikirkan ide dan dipaksa segera menulis memang membuat pikiran tertekan dan buntu. Maka solusinya adalah; ketika Anda mendapatkan ide saat sedang akan tidur, saat di kendaraan, saat makan siang, saat jalan-jalan maka segera tulis ide tersebut di gadget Anda. Lain waktu bisa Anda tulis artikel lengkapnya.

3. Kehabisan biaya
Jika koneksi internet Anda mengandalkan modem dan modalnya hanya dari uang jajan (misalnya Anda seorang mahasiswa) itu sangat terasa ketika kantong kosong, sementara kuota modem atau masa aktif modem telah habis. Di saat itu sangat terasa bagaimana susahnya cari uang - jurus terakhir yang bisa dilakukan adalah minjam uang teman untuk beli pulsa modem.

4. Kurang sabar
Nomor empat ini berkaitan dengan nomor satu, tidak sabaran maunya cepat berhasil - serba instan. Misalnya saat membangun blog baru, itu dibutuhkan lama 3 bulan dan telah masing-masing blog diisi lebih dari 30 artikel - baru bisa didaftarkan ke Google Adsense. Jadi, jika Anda merintis 5 blog sekaligus, berarti dalam tiga bulan Anda harus menulis lebih dari 150 artikel - tanpa gaji. Di sini kesabaran diuji, jika kurang sabar bisa-bisa terhenti di tengah jalan.

Itulah beberapa kendala yang mungkin Anda alami jika memutuskan menjadi seorang blogger, jadi persiapkan mental Anda lebih matang. Selamat mencoba!

^Baca juga: Berapa jam Anda habiskan waktu setiap hari di medi sosial?

Thursday, November 13, 2014

Laptop Canggih? Jangan Cuma Buat Buka Facebook!

Halo blogger! Bagaimana spesifikasi laptop/notebook Anda? Untuk blogger memang tidak perlu terlalu tinggi, kalau hanya untuk menulis dan mempublish. Namun, penulis menemukan realita di kampus, rata-rata yang laptop yang digunakan mahasiswa/i canggih, spek-nya tinggi, tapi cuma digunakan buka Facebook dan lihat foto-foto? Kenapa tidak dimanfaatkan untuk berkreasi yang bisa menghasilkan?

Mohon maaf sebelumnya, penulis tidak bermaksud untuk menggurui. Penulis juga tidak iri dengan laptop mereka, hanya gregetan saja melihat laptop bagus tak dimanfaatkan, padahal sangat bisa mendukung kinerja berat, kenapa cuma buat buka Facebook?

Notebook penulis blog ini, cuma pakai Intel Atom 1,83 GHz, Memory RAM 1 Gb.
Saat masa-masa mahasiswa, itu biasanya banyak ide yang muncul, bikin ini, bikin itu. Contohnya Mark Zuckerberg menemukan ide membuat Facebook saat masa mahasiswa. Sebab, saat itu pikiran masih panjang - 'liar', berbeda dengan setelah tamat, pikiran mentok hanya untuk mencari kerja. Seperti diketahui, jadwal kuliah tidak selalu setiap hari, ada jadwal-jadwal kosong di setiap minggu, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk membuat proyek jangka panjang. Sendiri atau bersama teman. Waktunya diatur agar tidak mengganggu aktivitas kuliah.

Kerja sampingan. Foto: pexels.com
Sekedar berbagi, penulis sendiri telah mencoba merintis situs tipspengetahuan.com dan mengasuh 5 blogspot, saat tulisan ini dibuat penulis sedang menyelesaikan skripsi. Memang susah mengatur waktu antara kampus dan urusan blog saat menyusun skripsi. Makanya penulis sarankan, jika ingin merintis usaha saat sebelum menempuh skripsi. Bisa tamat sesuai target itu luar biasa, tetapi lebih luar biasa lagi jika setelah tamat telah mempunyai proyek atau usaha. Harusnya anak-anak Indonesia harus lebih banyak membuka lowongan kerja bukan sebagai pencari kerja.

Jika Anda ingin bekerja sebagai tim, maka di dalam tim Anda; (1) ada yang memiliki ide luar biasa, (2) ada sebagai investor (pemilik modal), (3) ada yang mahir pemrograman (jika membuat aplikasi) dan; (4) ada yang ahli dalam marketing (pemasaran). Jika 4 keahlian ini bersatu, peluang untuk sukses sangat terbuka. Namun, jika Anda ingin sendiri saja, maka jadilah seorang petarung, karena Anda semua yang mengerjakan, maka mental Anda harus tahan banting.

Selamat mencoba!

^Baca juga: Sebelum memutuskan menjadi blogger, baca ini dulu!

Sunday, November 9, 2014

Tips Bersepeda untuk Pemula

Halo blogger! Kita harus menjalani hidup sehat dengan berolahraga. Kita yang banyak duduk di depan laptop/komputer untuk menulis artikel setiap harinya menyebabkan punggung gampang terasa nyeri. Artikel ini juga berlaku pada para pekerja kantoran pada umumnya. Dulunya bisa berjam-jam atau bahkan seharian di depan komputer tetapi kemudian hari merasa nyeri dipinggang dan bagian punggung. Itu normal, sebab tubuh yang jarang olahraga memang rentan terhadap nyeri, jauh dari bugar (tidak fit) dan tentunya mudah terserang penyakit yang sering melanda seperti flu dan demam. Artikel sebelumnya lebih lengkap membahas ini.

Sebagai pemula, penulis sendiri pun pernah merasakannya, belajar bersepeda yang baik dan benar. Awal mula, penulis tidak pernah memakai sepeda yang ada giginya, sebab dulu hanya sepeda biasa saja, punya ayah. Ternyata, setelah belajar dari para pesepeda lain dan pengalaman sendiri ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika bersepeda, mulai dari tempat peletakan kaki di tempat kayuh (pedal), tinggi sadel (tempat duduk), seragam, makanan dan perbekalan dan teknik over gigi.

Sepeda penulis (sepeda gunung). PACIFIF INVERT Lx 21 speed.
Kita mulai dari peletakan kaki. Tempatkan telapak kaki Anda di pedal tidak jauh dari ibu jari, artinya telapak kaki tidak di tengah atau di belakang. Sebab jika demikian, tenaga Anda akan banyak terkuras, itu artinya Anda mudah lelah. Untuk trek jauh, teknik ini sangat membantu.

Kedua, pengaturan sadel (tempat duduk). Ukuran tinggi sadel tidak berhubungan dengan ketika Anda duduk di atasnya dan kaki harus sampai ke tanah. Yang benar adalah, ketika Anda mengayuh di atas sepeda, kaki Anda mengayuh secara sempurna, artinya kekuatan kayuh kaki Anda terasa penuh keluar, kaki tidak terlalu melipat ketika mengayuh.

Ketiga, seragam. Sebaiknya gunakan seragam sepeda mulai dari baju dan celana, helm sepeda, kacamata khusus sepeda, sepatu khusus sepeda, tas kecil berisi makanan dan perbekalan, pelindung lutut dan siku serta masker. Ini adalah seragam standar ketika bersepeda, Anda akan merasa jauh lebih nyaman jika seragam Anda semakin lengkap.

Keempat, makanan dan perbekalan. Untuk trek jauh dan panas, Anda butuh makanan ringan seperti cokelat atau makanan berkalori dan terpenting adalah air mineral. Penulis sendiri telah merasakan bersepeda setengah hari tanpa makanan (minuman), sudah pasti bisa ditebak, kelabakan - haus luar biasa. Untuk perbekalan, bawa pompa kecil khusus sepeda, ban dalam (lebih utama, untuk ban luar jarang pecah), tempelan lem dan kunci-kunci. Jika ban sepeda kempes atau pecah di tengah jalan Anda tidak merasa stres, tinggal ganti, beres.

Terakhir, teknik over gigi. Gigi sepeda dibaca dari belakang ke arah kanan di tempat rantai gigi-gigi sepeda. Bagian depan biasanya 3 (piringan) dan untuk belakang ada yang 7, 9 piringan atau lainnya. Dengan 3 kecepatan (gigi) di depan dan 7 di belakang, maka total 21 speed (kepecatan, 3x7). Untuk jalan menanjak gunakan gigi rendah, misalnya gigi depan: 1, belakang: 1, 2 atau 3. Untuk jalan santai gigi depan: 2, belakang: 1, 2, 3 atau 4. Untuk kecepatan tinggi (jalan aspal) gigi depan: 3, belakang: 4, 5, 6 atau 7. Lebih lengkap untuk teknik over gigi bisa dilihat di sini.

Tempat over gigi belakang di stang (bagian kanan).
Tempat over gigi depan (stang bagian kanan).
Tampilan gigi belakang (7 piringan).
Itulah pengalaman sepeda dari penulis yang dituangkan dalam tulisan ini. Ada tips lain? Silahkan tuliskan di bagian komentar. Selamat bersepeda, jaga konsentrasi saat mengayuh!

^Baca juga: Manfaatkanlah laptop canggih Anda!

Thursday, November 6, 2014

Bersepeda untuk Mencegah Sakit Punggung

Halo blogger! Menghabiskan waktu setiap hari di depan laptop atau komputer lama-lama membuat punggung kita sakit, tak lagi tahan duduk berlama-lama, sebentar saja sudah ingin bersandar padahal sebelumnya berjam-jam duduk tanpa sandaran tak ada rasa pegal atau nyeri. Itu tandanya Anda memerlukan banyak gerak, butuh olahraga. Sebagaimana diketahui, penyakit paling sering yang dialami blogger, programer atau pekerja yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer adalah sakit pinggang dan punggung, selain itu perut membesar juga sering melanda, lemak menumpuk di perut.

Memiliki bentuk tubuh dengan perut maju tentu tak bagus dilihat apalagi jika kita masih muda. Masa muda merupakan masa tubuh sedang kuat-kuatnya jadi tak tepat memiliki perut buncit. Kita butuh olahraga untuk menjaga tetap bugar dan jauh dari obesitas. Melakukan olahraga yang kita sukai saja agar tidak bosan, dan yang dibahas di sini dengan bersepeda. Penulis sendiri memakai sepeda gunung, bisa dipakai di jalan raya dan jalan berbatu.

Sepeda gunung PACIFIC Invert Lx, 7 kecepatan (belakang), 3 kecepatan (depan). Total 21 kecepatan (speed).
Jika di tempat Anda tersedia trek (jalan) khusus untuk sepeda maka beli sepeda balap saja, lebih kencang. Tetapi jika tidak, maka sepeda gunung lebih tepat. Anda dapat membawanya masuk ke gang-gang jika Anda tidak punya penyaring udara, sebab bersepeda di jalan umum banyak asap kendaraan. Seperti pada umumnya, gunakan sepatu dan penutup kepala (jika ada) agar lebih nyaman dalam mengayuh sepeda. Penulis sendiri biasa bersepeda setelah shalat subuh di kota Padang. Bersepeda ke kampus juga seru, buang jauh-jauh rasa gengsi.

Penulis sendiri merasakan tubuh bugar dengan biasa bersepeda, mata tak gampang lelah di depan laptop dan jauh dari sakit punggung. Bagi orang yang insomnia, bersepeda bisa menjadi solusi, setelah Anda lelah di pagi hari otomatis di malam hari Anda akan mudah tertidur. Sebab, insomnia terjadi karena tidak ada aktivitas yang bisa lakukan, tubuh tidak ingin istirahat dan tidak ingin tidur. Tetapi jika tubuh telah merasa lelah, keinginan tidur akan datang sendiri.

Itulah pengalaman penulis dengan bersepeda. Mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda. Semangat bersepeda!

^Baca juga: Tips bersepeda untuk pemula.

Monday, November 3, 2014

Belajar Menulis dari Penulis Sukses di Pencarian Google


Artikel ini mengulas tentang rasa ingin sukses dari para penulis blog atau web yang tulisannya tampil di halaman pertama pencarian Google. Suatu pencapaian besar artikel yang ditulis diakui Google sebagai yang terbaik dari sekian artikel dengan judul yang sama. Belajar dari orang sukses membantu kita memahami dan meneliti apa kira-kira yang kurang dari artikel kita sehingga tidak pernah tampil di hasil pencarian Google, jangankan di halaman pertama di halaman ke 2, 3, 4 pun tidak terlihat. Ini merupakan masalah besar bagi blogger yang ingin meraih sukses.

Langkah pertama yang Anda harus lakukan adalah membuka halaman Google dan mengetik kata kunci apa saja yang Anda suka dan Enter, kemudian hasil pencarian pun ditampilkan. 11 hasil pun muncul dari berbagai blog/web. Jika diibaratkan lomba konten terbaik untuk Google, 11 blog/web ini adalah pemenangnya, tentu kita penasaran apa yang membuat mereka dilirik Google dan menjadikannya sebagai pilihan utama, apa resepnya, bagaimana cara penulisannya, apakah ada gambar atau video penjelas di artikel, berapa karakter tulisan artikel, berapa paragraf, berapa kata dalam paragraf, bagaimana cara penjelasan artikel, seberapa jelas, bagaimana cara menggunakan bahasa, titik koma, apakah ada link terkait di setiap tulisan dan masih banyak lain. Pertanyaan-pertanyaan ini seharusnya menjadi penyemangat diri kita untuk berbenah dan belajar lebih baik.

Jika kita hanya sibuk bereksperimen sendiri tanpa ada panduan, terlalu banyak waktu yang dihabiskan, mengapa kita tidak belajar dari mereka yang telah sukses? Disadari atau tidak setiap blogger selain kita sendiri adalah 'pesaing' kita. Apa yang kita pikirkan tentang pesaing? Yaitu kita harus lebih baik dari mereka. Kita tidak bisa berdiam diri terus dan merendah diri, pesaing kita pada dasarnya sama dengan kita, mungkin saja mereka lebih giat dari kita sehingga kita ketinggalan. Dengan tetap bersaing secara sehat kita semua berlomba-lomba menjadi yang terdepan. Ayo mulai berpacu!

Jadikan diri kita selalu lebih dari pesaing, jika pesaing Anda menulis artikel tingkat kelengkapannya 80% maka Anda harus 90%. Jika tidak, maka kalah. Tingkat kelengkapan artikel bisa dinilai dari seberapa lugas ulasan artikel, seberapa menguasai judul dan seberapa lengkap paragraf. Intinya, Anda harus selalu lebih dari pesaing, buang jauh-jauh rasa malas, jangan buru-buru publis artikel yang setengah jadi. Kalau satu kali waktu menulis artikel belum selesai, silahkan istirahat dulu, tahan untuk mempublish, pelajari lagi apa yang kurang, setelah artikel dirasa sudah siap bersaing baru lepas ke area pertempuran (dipublikasikan).

Jika diibaratkan dunia tempur, saat Anda hendak ke medan pertempuran tentu Anda menyiapkan peluru terbaik, paling tajam dan paling mematikan. Pada dasarnya sama halnya dengan artikel yang Anda buat, seberapa tajam atau seberapa mematikan untuk menghujam artikel lain sehingga artikel Anda sebagai pemenang. Kalau perlu umpakan artikel Anda seperti bom atom yang siap meluluhlantakkan artikel lain. Anda keluar sebagai pemenang karena terbaik di antara yang terbaik.

Lalu apa yang diperlukan untuk membuat artikel berkelas. Hal yang paling mendasar yaitu Anda harus menguasai judul, karena mustahil Anda bisa membuat artikel yang pemaparannya jelas dan lugas sementara Anda tidak ada ilmu tentangnya. Solusinya belajar, tekun dan selalu merasa kurang ilmu. Jika merasa sudah pintar dan merasa cukup, maka Anda akan tertinggal, sebab ilmu terus berkembang. Jauhi sifat malas, pacu diri Anda lebih cepat, lebih pintar, lebih sabar, lebih hebat dari pesaing Anda.

Anda memang butuh waktu, tidak bisa langsung bisa seperti mereka. Jika biasa Anda menulis artikel hanya 3 paragraf maka targetkan di waktu berikutnya 4 paragraf, begitu seterusnya. Kita sebagai penulis adalah pelayan seramah mungkin kepada pengguna internet dengan menyediakan konten terbaik. Seperti seorang pedagang yang tak lelah mengajak pelanggan untuk membeli barang dagangan mereka, maka kita juga tidak lelah memberikan artikel terbaik untuk pelanggan. Teruslah belajar dari mereka yang telah sukses, silahkan bolak-balik artikel mereka, apa yang beda dari yang Anda punya. Namun ingat, jangan plagiat, hanya untuk mengetahui strukturnya saja, seperti cara penjelasan dan kelangkapan paragraf. Jadilah bangga dengan karya sendiri.

Inilah sedikit yang bisa penulis berikan, tetaplah optimis dan terus belajar, mudah-mudahan Anda bisa menyaingi mereka bahkan lebih dari mereka. Siap berpacu?

^Baca juga: Bersepeda untuk mencegah sakit punggung.